(1) Dianjurkan untuk banyak mengingat kematian
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
“Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau seorang musafir yang sedang melewati suatu jalan.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 6416, at-Tirmidzi no. 2233, dan Ibnu Majah no. 4114)
Ibnu Umar biasa berkata, “Apabila engkau berada di waktu sore, jangan menunggu pagi. Apabila engkau berada di waktu pagi, jangan menunggu sore. Ambillah dari kesehatanmu untuk masa sakitmu dan dari kehidupanmu untuk kematianmu.”
Beliau juga bersabda,
أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَادِمِ اللَّذَّاتِ
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan (yaitu kematian).” (Hasan. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2307, Ibnu Majah no. 4258, dan an-Nasa’i (4/4))
(2) Seorang hamba hendaklah mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian,
yaitu dengan keluar dari berbagai kezaliman, melepaskan diri dari kemaksiatan, dan bersungguh-sungguh dalam melakukan ketaatan.
Baca juga: PERINTAH UNTUK MENGINGAT KEMATIAN
Baca juga: TIDAK MENYENTUH AL-QUR’AN KECUALI ORANG YANG SUCI
Baca juga: ANJURAN MENGINGAT DAN MENJAGA AL-QUR’AN
Baca juga: SIKAP SUAMI JIKA MELIHAT PADA ISTRINYA SESUATU YANG TIDAK DISUKAI
Baca juga: MEMINTA PERLINDUNGAN KEPADA PENDUDUK MAKKAH
(Syekh Abu Abdurrahman Adil bin Yusuf al-Azazy)

