Aku memuji Allah yang tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Dia. Aku bershalawat dan mengucapkan salam kepada pemilik syafaat terbesar dan kedudukan yang terpuji, sang pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Semoga Allah melimpahkan shalawat, salam, dan keberkahan kepadanya, kepada keluarganya, serta salam yang banyak hingga Hari Pembalasan.
Hari Kiamat, atau al-Haqqah, atau al-Qari’ah, atau Yaum ad-Din; suatu hari yang karena kedahsyatannya anak-anak menjadi beruban.
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
“Pada hari ketika kalian melihatnya, setiap ibu yang menyusui akan lalai terhadap anak yang disusuinya, setiap perempuan yang hamil akan menggugurkan kandungannya, dan engkau melihat manusia seperti orang-orang mabuk, padahal mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.” (QS al-Hajj: 2)
Allah memerintahkan Israfil untuk meniup sangkakala tiupan kedua, yaitu tiupan kebangkitan:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa saja yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup lagi sekali yang lain, maka seketika itu mereka berdiri menunggu.” ( QS az-Zumar: 68)
Lalu manusia dibangkitkan dari kubur mereka. Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang pertama yang bumi terbelah untuknya. Manusia dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, belum dikhitan, dan tidak membawa apa pun. ( )
Matahari didekatkan kepada makhluk sejauh satu mil. Mereka mengalami kesusahan yang sangat berat dan berkeringat sesuai dengan kadar amal mereka. Di antara mereka ada yang keringatnya hanya sampai kedua mata kaki, ada yang sampai kedua lutut, ada yang sampai pinggangnya, yaitu tempat ikat pinggang, dan ada pula yang tenggelam dalam keringat hingga keringat itu menutupi mulutnya seperti kekang.
Kemudian Allah mengilhamkan kepada mereka sehingga mereka mendatangi bapak mereka, Adam ‘alaihis salam. Mereka memintanya agar memberi syafaat kepada Rabb mereka supaya mereka dibebaskan dari keadaan yang sangat berat itu. Namun Adam ‘alaihis salam meminta uzur dan menunjukkan mereka kepada Nuh ‘alaihis salam.
Mereka lalu mendatangi Nuh dan mengatakan kepadanya seperti yang mereka katakan kepada Adam ‘alaihis salam. Namun Nuh juga meminta uzur dan menunjukkan mereka kepada Ibrahim ‘alaihis salam. Kemudian mereka mendatangi Ibrahim, dan beliau pun melakukan seperti yang dilakukan Adam dan Nuh, lalu menunjukkan mereka kepada Musa ‘alaihis salam.
Mereka mendatangi Musa, lalu beliau meminta uzur dan menunjukkan mereka kepada Isa ‘alaihis salam. Setelah itu mereka pergi kepada Isa ‘alaihis salam, dan beliau mengarahkan mereka kepada pemilik syafaat terbesar, yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Mereka pun mendatangi beliau. Kemudian beliau pergi dan bersujud di bawah ‘Arsy. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَيَأْتُونِي فَأَنْطَلِقُ حَتَّى أَسْتَأْذِنَ عَلَى رَبِّي فَيُؤْذَنَ لِي، فَإِذَا رَأَيْتُ رَبِّي وَقَعْتُ سَاجِدًا، فَيَدَعُنِي مَا شَاءَ اللَّهُ، ثُمَّ يُقَالُ: ارْفَعْ رَأْسَكَ، وَسَلْ تُعْطَهْ، وَقُلْ يُسْمَعْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ
“Lalu mereka datang kepadaku. Aku pun berangkat hingga meminta izin kepada Rabb-ku, lalu aku diizinkan. Ketika aku melihat Rabb-ku, aku langsung bersujud. Allah membiarkanku dalam keadaan itu selama yang Dia kehendaki. Kemudian dikatakan kepadaku, ‘Angkatlah kepalamu, mintalah, niscaya engkau akan diberi; berbicaralah, niscaya ucapanmu didengar; dan berilah syafaat, niscaya syafaatmu diterima.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 4476 dan Muslim no. 193)
Kemudian Allah memutuskan perkara di antara seluruh makhluk. Timbangan-timbangan ditegakkan, amal-amal ditimbang, dan Allah membuat seorang mukmin mengakui dosa-dosanya yang dahulu telah Dia tutupi baginya di dunia. Setelah itu Allah mengampuninya dengan rahmat-Nya yang luas.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يُدْنِي الْمُؤْمِنَ، فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ، فَيَقُولُ: أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا؟ أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ أَيْ رَبِّ. حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ، وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ، قَالَ: سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ. فَيُعْطَى كِتَابَ حَسَنَاتِهِ. وَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُونَ فَيَقُولُ الْأَشْهَادُ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْ، أَلَا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ
“Sesungguhnya Allah mendekatkan seorang mukmin, lalu Dia menaunginya dan menutupinya. Kemudian Dia berfirman, ‘Apakah engkau mengetahui dosa ini? Apakah engkau mengetahui dosa itu?’ Ia menjawab, ‘Ya, wahai Rabbku.’ Hingga ketika Dia membuatnya mengakui dosa-dosanya dan ia merasa dalam dirinya bahwa ia telah binasa, Allah berfirman, ‘Aku telah menutupinya untukmu di dunia, dan pada hari ini Aku mengampuninya untukmu.’ Lalu ia diberikan catatan amal kebaikannya. Adapun orang kafir dan orang munafik, maka para saksi berkata, ‘Mereka inilah orang-orang yang berdusta terhadap Rabb mereka. Ingatlah, laknat Allah atas orang-orang yang zalim.’” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 2441 dan Muslim no. 2768)
Manusia berdatangan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing ingin minum dari telaga beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ، مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنَ اللَّبَنِ، وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنَ الْمِسْكِ، وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِ، مَنْ شَرِبَ مِنْهَا فَلَا يَظْمَأُ أَبَدًا
“Sesungguhnya telagaku luasnya sejauh perjalanan satu bulan. Airnya lebih putih daripada susu, aromanya lebih harum daripada kasturi, dan bejana-bejananya sebanyak bintang-bintang di langit. Barang siapa minum darinya, maka ia tidak akan merasa haus selama-lamanya.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 6579)
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ، مَنْ مَرَّ عَلَيَّ شَرِبَ، وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا، لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ
“Sesungguhnya aku mendahului kalian ke telaga. Barang siapa melewatiku, ia akan minum. Barang siapa minum, ia tidak akan haus selama-lamanya. Sungguh akan datang kepadaku beberapa kaum yang aku mengenal mereka dan mereka mengenalku, kemudian dihalangi antara aku dan mereka.”
Pada lanjutan hadis disebutkan:
فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي، فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ، فَأَقُولُ: سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي
“Maka aku berkata, ‘Sesungguhnya mereka termasuk umatku.’ Lalu dikatakan, ‘Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelahmu.’ Maka aku berkata, ‘Jauh, jauh bagi orang yang mengubah (agama) setelahku.’” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 6585 dan Muslim no. 2236)
Catatan-catatan amal juga diberikan. Ada yang menerimanya dengan tangan kiri dan dari belakang punggungnya, dan ada yang menerimanya dengan tangan kanannya.
Barang siapa diberikan catatan amalnya dengan tangan kanannya, maka ia termasuk orang-orang yang beruntung dan selamat. Barang siapa diberikan catatan amalnya dengan tangan kirinya atau dari belakang punggungnya, maka ia termasuk orang-orang yang rugi dan binasa —kita berlindung kepada Allah dari keadaan mereka.
Kemudian dibentangkan jembatan (shirath) di atas Jahanam. Para nabi dan rasul adalah orang-orang pertama yang menyeberanginya. Mereka berdoa,
اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ
“Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثُمَّ يُؤْتَى بِالْجِسْرِ فَيُجْعَلُ بَيْنَ ظَهْرَيِ جَهَنَّمَ،
“…Kemudian didatangkan jembatan, lalu diletakkan membentang di atas Jahanam.”
Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah jembatan itu?”
Beliau menjawab,
مَدْحَضَةٌ مَزَلَّةٌ، عَلَيْهِ خَطَّاطِيفُ وَكَلَالِيبُ وَحَسَكَةٌ مُفَلْطَحَةٌ، لَهَا شَوْكَةٌ عُقَيْفَاءُ، تَكُونُ بِنَجْدٍ يُقَالُ لَهَا: السَّعْدَانُ، الْمُؤْمِنُ عَلَيْهَا كَالطَّرْفِ، وَكَالْبَرْقِ، وَكَالرِّيحِ، وَكَأَجَاوِيدِ الْخَيْلِ وَالرِّكَابِ، فَنَاجٍ مُسَلَّمٌ، وَنَاجٍ مَخْدُوشٌ، وَمَكْدُوسٌ فِي نَارِ جَهَنَّمَ، حَتَّى يَمُرَّ آخِرُهُمْ يُسْحَبُ سَحْبًا
“Tempat yang licin dan membuat tergelincir. Di atasnya terdapat kait-kait, pengait-pengait, dan duri yang pipih yang memiliki ujung melengkung. Duri itu terdapat di Najd dan disebut as-sa’dan. Orang mukmin melintasinya ada yang secepat kedipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat kuda-kuda pilihan dan tunggangan yang cepat. Maka ada yang selamat tanpa cela, ada yang selamat tetapi tercabik-cabik, dan ada yang tersungkur ke dalam api Jahanam, hingga orang terakhir dari mereka melintas dengan diseret.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 7440 dan Muslim no. 182)
Kemudian apabila orang-orang mukmin telah selamat, mereka akan ditahan di atas sebuah jembatan kecil (qantharah) untuk saling menuntut hak atas kezaliman yang pernah terjadi di antara mereka di dunia, hingga mereka masuk Surga dalam keadaan hati mereka bersih dari kedengkian.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا خَلَصَ الْمُؤْمِنُونَ مِنَ النَّارِ، حُبِسُوا بِقَنْطَرَةٍ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ، فَيُقْتَصُّ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ مَظَالِمَ كَانَتْ بَيْنَهُمْ فِي الدُّنْيَا، حَتَّى إِذَا نُقُّوا وَهُذِّبُوا أُذِنَ لَهُمْ بِدُخُولِ الْجَنَّةِ
“Apabila orang-orang mukmin telah selamat dari Neraka, mereka ditahan di sebuah jembatan antara Surga dan Neraka. Lalu dilakukan pembalasan terhadap berbagai kezaliman yang pernah terjadi di antara mereka di dunia. Hingga apabila mereka telah dibersihkan dan disucikan, diizinkanlah mereka masuk Surga.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 2440)
Maka orang-orang mukmin masuk Surga dengan rahmat dan ampunan Allah, sedangkan orang-orang kafir dan munafik masuk Neraka dengan keadilan-Nya.
Ya Allah, selamatkanlah kami pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Ya Allah, ringankanlah bagi kami berbagai kedahsyatan Hari Kiamat. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi kami Muhammad, kepada keluarga beliau, serta para sahabat beliau.
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
Baca juga: PERSIAPAN UNTUK MENGHADAPI HARI AKHIR
Baca juga: RUKUN IMAN: BERIMAN KEPADA HARI AKHIR
Baca juga: GAMBARAN KEBANGKITAN DAN KEADAAN MANUSIA PADA HARI KIAMAT
Baca juga: RAHASIA WAKTU HARI KIAMAT
Baca juga: ALLAH MEMBANGKITKAN MANUSIA DAN MEMBALAS AMAL PADA HARI KIAMAT
(Fuad bin Abdul Aziz asy-Syalhub)

