Para ahli maghazi dan sirah meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Sa‘ad bin ar-Rabi‘, “Siapa yang bisa membawakan berita mengenai Sa‘ad bin ar-Rabi‘ kepadaku? Sungguh aku telah melihatnya” —beliau menunjuk ke salah satu sisi lembah— “dengan dua belas lubang tusukan di tubuhnya.”
Muhammad bin Maslamah —dan dikatakan Ubay bin Ka‘ab— pergi menuju arah tersebut.
Ibnu Maslamah berkata: Aku berada di antara mayat-mayat yang bergelimpangan untuk mengenali mereka. Aku melewatinya dalam keadaan terkapar di lembah itu. Aku memanggilnya, namun ia tidak menjawab. Lalu aku berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku untuk mencarimu.”
Ia berusaha bernapas dengan berat, lalu berkata, “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh masih hidup?”
Aku menjawab, “Ya, dan beliau telah memberitahukan kepada kami bahwa pada tubuhmu terdapat dua belas bekas tusukan.”
Ia berkata, “Aku telah tertusuk sebanyak dua belas tusukan, dan semuanya adalah tusukan yang dalam. Sampaikan salamku kepada kaummu dari kalangan Anshar, dan katakan kepada mereka, ‘Ingatlah Allah, Allah! Dan apa yang telah kalian janjikan kepada Rasulullah pada malam ‘Aqabah! Demi Allah, kalian tidak akan memiliki alasan di hadapan Allah jika sesuatu terjadi pada Nabi kalian sementara kalian masih memiliki mata yang berkedip!’”
Ibnu Maslamah berkata: Aku belum beranjak darinya ketika ia wafat. Lalu aku kembali kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memberitahukan kepada beliau apa yang terjadi. Kemudian aku menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya, dan berdoa, “Ya Allah, temuilah Sa‘ad bin ar-Rabi‘ dan Engkau dalam keadaan ridha kepadanya.”
Ini adalah nash dari riwayat al-Waqidi. Adapun dalam riwayat Ibnu Ishaq, ia tidak menyebutkan siapa yang diutus oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melihat apa yang terjadi pada Sa‘ad, dan lafazhnya sebagai berikut:
“…Siapakah yang dapat memberitahuku apa yang terjadi pada Sa‘ad? Apakah ia masih hidup atau sudah mati?”
Seorang laki-laki dari Anshar berkata, “Aku akan mencari tahu apa yang terjadi pada Sa‘ad, wahai Rasulullah.”
Ia pun mencari Sa’ad dan mendapatkannya dalam keadaan terluka dan tengah sekarat di antara korban-korban perang. Ia berkata kepada Sa’ad, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk melihat apakah engkau masih hidup atau sudah mati.”
Sa’ad menjawab, “Aku sudah mati. Sampaikan salamku kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan katakan kepada beliau: Sesungguhnya Sa‘ad bin ar-Rabi‘ berkata kepadamu, ‘Semoga Allah memberimu balasan yang baik sebagaimana balasan yang diberikan kepada seorang nabi karena doa umatnya.’ Dan sampaikan salamku kepada kaummu (Anshar), serta katakan kepada mereka, ‘Sesungguhnya Sa‘ad bin ar-Rabi‘ berkata kepada kalian: Tidak ada alasan bagi kalian di hadapan Allah jika sesuatu terjadi pada Nabi kalian sementara kalian masih memiliki mata yang berkedip.’”
Ia berkata: Kemudian ia meninggal sebelum aku beranjak darinya. Lalu aku kembali kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memberitahukan hal itu kepada beliau.
Baca sebelumnya: KISAH TELADAN ABDULLAH BIN JAHSY, ‘AMRU BIN AL-JAMUH, DAN MUJAHID LAINNYA
Baca setelahnya: KISAH KEBERANIAN AL-YAMAN, TSABIT BIN WAQSY, HANZHALAH, MUKHAIRIQ, DAN USHAIRIM
(Prof Dr Mahdi Rizqullah Ahmad)

