TIDAK MENJADI IMAM SALAT BAGI TUAN RUMAH

TIDAK MENJADI IMAM SALAT BAGI TUAN RUMAH

Orang yang berkunjung ke rumah orang lain hendaklah tidak menjadi imam salat bagi tuan rumah dan tidak pula duduk di permadaninya, kecuali dengan izinnya. Hal itu karena orang yang berada di rumah sendiri lebih berhak terhadap apa pun dari selainnya.

Dari Abu Mas’ud al-Anshari radhiyallahu ‘anhu secara marfu’ (sampai) kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ. فَإِنْ كَانُوا فِي الْقِرَاءَةِ سَوَاءً، فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ. فَإِنْ كَانُوا فِي السُّنَّةِ سَوَاءً، فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً. فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً، فَأَقْدَمُهُمْ سِلْمًا (وَفِي رِوَايَةٍ: سِنًّا)  وَلَا يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِي سُلْطَانِهِ. وَلَا يَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ (وَفِي رِوَايَةٍ: إِلَّا أَنْ يَأْذَنْ لَكَ أَوْ بِإِذْنِهِ)

Orang yang paling berhak menjadi imam suatu kaum adalah orang yang paling menguasai bacaan Kitabullah. Jika sama dalam bacaan, maka yang lebih berhak adalah yang lebih paham sunah. Jika sama dalam pemahaman sunah, maka yang lebih berhak adalah yang lebih dahulu hijrah. Jika sama dalam hijrah, maka yang lebih berhak adalah yang lebih dahulu masuk Islam (dalam riwayat lain: yang lebih tua). Seseorang tidak boleh menjadi imam bagi orang lain di wilayahnya, dan tidak boleh pula duduk di rumahnya di atas permadaninya, kecuali dengan izinnya (dalam riwayat lain: kecuali ia mengizinkanmu atau dengan izinnya).” (HR Muslim, Ahmad, dan Abu Dawud)

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Maknanya adalah bahwa pemilik rumah, majelis, atau imam masjid lebih berhak menjadi imam dari selainnya. Jika tidak seorang pun ilmunya lebih luas, hafalannya lebih banyak, lebih warak (menjaga diri dari dosa, maksiat dan syubhat), dan lebih utama dari dia, maka pemilik tempat lebih berhak menjadi imam. Jika ia mau, ia boleh maju sebagai imam. Jika ia mau, ia boleh mendahulukan orang yang dikehendakinya sebagai imam, walau pun orang yang didahulukannya itu tidak lebih utama dari orang lain yang ada di tempat itu. Itu karena dia adalah orang yang berwenang di tempatnya. Ia boleh menggunakan kewenangannya sesuai dengan yang diinginkannya.”

Baca juga: TIGA WAKTU INI BUKAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK BERKUNJUNG

Baca juga: SALAT ADALAH PENGHUBUNG HAMBA DAN RABBNYA

(Fuad bin Abdil Aziz asy-Syalhub)

Adab