TANDA-TANDA BESAR KIAMAT: TERBITNYA MATAHARI DARI BARAT, BINATANG MELATA, DAN API

TANDA-TANDA BESAR KIAMAT: TERBITNYA MATAHARI DARI BARAT, BINATANG MELATA, DAN API

Adapun terbitnya matahari dari barat:

Termasuk sunnatullah di alam semesta bahwa Allah menjadikan matahari terbit dari arah timur setiap hari, dan manusia tidak meragukan terbitnya dari arah tersebut. Apabila Kiamat telah dekat dan tanda-tanda besarnya datang secara berturut-turut, maka datanglah tanda yang sangat besar dan tanda yang paling agung, yaitu terbitnya matahari dari arah barat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar ketika matahari telah terbenam,

أَتَدْرِي أَيْنَ تَذْهَبُ؟

Apakah engkau tahu ke mana ia pergi?

Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau bersabda,

فَإِنَّهَا تَذْهَبُ حَتَّى تَسْجُدَ تَحْتَ الْعَرْشِ فَتَسْتَأْذِنَ فَيُؤْذَنَ لَهَا، وَيُوشِكُ أَنْ تَسْجُدَ فَلَا يُقْبَلَ مِنْهَا وَتَسْتَأْذِنَ فَلَا يُؤْذَنَ لَهَا، يُقَالُ لَهَا: ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ، فَتَطْلُعَ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ﴾

Sesungguhnya ia pergi hingga bersujud di bawah ‘Arsy, lalu meminta izin, maka diizinkan baginya. Hampir saja ia bersujud namun tidak diterima darinya, dan ia meminta izin namun tidak diizinkan baginya. Dikatakan kepadanya, ‘Kembalilah dari tempat engkau datang,’ maka ia pun terbit dari baratnya. Itulah firman Allah Ta’ala: ‘Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui’.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

Pada saat itu pintu tobat ditutup, dan tidak bermanfaat lagi keimanan seseorang apabila sebelumnya ia belum beriman. Hal ini karena terbitnya matahari dari arah barat merupakan peristiwa yang menyimpang dari kebiasaan yang terus berulang. Ketika ia terbit dan manusia menyaksikannya serta hakikat-hakikat tersingkap di hadapan mereka, mereka pun beriman pada waktu ketika keimanan tidak lagi memberi manfaat.

Allah Ta’ala berfirman:

يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ ءَايَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ ءَامَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ

Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabb-mu, tidaklah bermanfaat bagi suatu jiwa keimanannya jika ia belum beriman sebelumnya atau belum mengusahakan kebaikan dalam keimanannya. Katakanlah, ‘Tunggulah, sesungguhnya kami pun menunggu.’” (QS al-An’am: 158)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ فَرَآهَا النَّاسُ آمَنُوا أَجْمَعُونَ، فَذَلِكَ حِينَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا

Tidak akan terjadi Kiamat hingga matahari terbit dari baratnya. Maka apabila ia terbit dan manusia melihatnya, mereka seluruhnya beriman. Itulah saat tidak bermanfaat bagi suatu jiwa keimanannya jika ia belum beriman sebelumnya atau belum mengusahakan kebaikan dalam keimanannya.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

Adapun binatang melata:

Ia adalah makhluk yang berakal dan berbicara kepada manusia. Ia muncul ketika zaman telah rusak dan mendekati akhirnya. Allah menyebutkan tentangnya dalam firman-Nya:

وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ}

Dan apabila perkataan telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan bagi mereka seekor binatang dari bumi yang berbicara kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak meyakini ayat-ayat Kami.” (QS an-Naml: 82)

Ibnu Katsir berkata, “Binatang ini keluar pada akhir zaman ketika manusia telah rusak, meninggalkan perintah-perintah Allah dan mengubah agama. Allah mengeluarkan bagi mereka seekor binatang dari bumi.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثٌ إِذَا خَرَجْنَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا: طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ الْأَرْضِ.

Tiga perkara apabila telah keluar, tidak bermanfaat bagi suatu jiwa keimanannya jika ia belum beriman sebelumnya atau belum mengusahakan kebaikan dalam keimanannya: terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan binatang bumi.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

تَخْرُجُ الدَّابَّةُ فَتَسِمُ النَّاسَ عَلَى خَرَاطِيمِهِمْ، ثُمَّ يَعُمُّرُونَ فِيكُمْ حَتَّى يَشْتَرِيَ الرَّجُلُ الْبَعِيرَ، فَيَقُولَ: مِمَّنِ اشْتَرَيْتَهُ؟ فَيَقُولَ: اشْتَرَيْتُهُ مِنْ أَحَدِ الْمُخَطَّمِينَ.

Binatang itu keluar lalu memberi tanda pada hidung-hidung mereka, kemudian mereka bercampur dengan kalian, hingga seseorang membeli seekor unta lalu ditanya, ‘Dari siapa engkau membelinya?’ Ia menjawab, ‘Aku membelinya dari salah seorang yang bertanda di hidung.’” (Diriwayatkan oleh Ahmad, dan al-Albani berkata dalam as-Silsilah ash-Shahihah, “Sahih.”)

Bahwa ia adalah binatang yang berakal dan berbicara kepada manusia serta memberi tanda pada hidung, maka orang kafir dibedakan dari orang beriman. Diketahui bahwa ini seorang mukmin dan itu seorang kafir melalui tanda yang ada pada bagian depan hidung.

Tidak datang hadis-hadis sahih yang menjelaskan jenis binatang tersebut. Yang harus dipegang adalah bahwa hadis-hadis sahih yang jelas menyebutkan keluarnya seekor binatang dari bumi yang berbicara kepada manusia, memahami mereka, dan memberi tanda pada hidung-hidung mereka. Kita beriman kepada hal itu, dan beriman akan keluarnya pada akhir zaman, tanpa membahas rincian tentangnya, dan itu lebih selamat.

Adapun api yang menggiring manusia:

Ia adalah api yang besar, keluar dan menggiring manusia menuju tanah mahsyar. Keluarnya dari ‘Adn, kemudian menyebar, lalu setelah itu menggiring mereka dari arah timur menuju arah barat, sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ السَّاعَةَ لَا تَكُونُ حَتَّى تَكُونَ عَشْرُ آيَاتٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَالدُّخَانُ، وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ الْأَرْضِ، وَيَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ، وَطُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرَةِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ

Sesungguhnya Kiamat tidak akan terjadi hingga terdapat sepuluh tanda: gempa di timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, asap, Dajjal, binatang bumi, Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari baratnya, dan api yang keluar dari dasar ‘Adn yang menggiring manusia.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam menyebutkan sebagian tanda-tanda Kiamat,

وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ، تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Dan yang terakhir dari itu adalah api yang keluar dari Yaman yang menghalau manusia menuju tempat berkumpul mereka.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Adapun keadaan manusia ketika api menggiring mereka, maka mereka terbagi menjadi tiga golongan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang disepakati kesahihannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى ثَلَاثِ طَرَائِقَ: رَاغِبِينَ رَاهِبِينَ، وَاثْنَانِ عَلَى بَعِيرٍ، وَثَلَاثَةٌ عَلَى بَعِيرٍ، وَأَرْبَعَةٌ عَلَى بَعِيرٍ، وَعَشَرَةٌ عَلَى بَعِيرٍ، وَيُحْشَرُ بَقِيَّتُهُمْ النَّارُ، تَقِيلُ مَعَهُمْ حَيْثُ قَالُوا، وَتَبِيتُ مَعَهُمْ حَيْثُ بَاتُوا، وَتُصْبِحُ مَعَهُمْ حَيْثُ أَصْبَحُوا، وَتُمْسِي مَعَهُمْ حَيْثُ أَمْسَوْا

Manusia dikumpulkan dalam tiga cara: dengan harap dan takut; dua orang di atas satu unta, tiga orang di atas satu unta, empat orang di atas satu unta, dan sepuluh orang di atas satu unta; dan sisanya dikumpulkan oleh api. Api itu beristirahat siang bersama mereka di mana mereka beristirahat, bermalam bersama mereka di mana mereka bermalam, berpagi bersama mereka di mana mereka berpagi, dan bersore bersama mereka di mana mereka bersore.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُبْعَثُ نَارٌ عَلَى أَهْلِ الْمَشْرِقِ، فَتَحْشُرُهُمْ إِلَى الْمَغْرِبِ؛ فَتَبِيتُ مَعَهُمْ حَيْثُ بَاتُوا، وَتَقِيلُ مَعَهُمْ حَيْثُ قَالُوا، يَكُونُ لَهَا مَا سَقَطَ مِنْهُمْ وَتَخَلَّفَ، وَتَسُوقُهُمْ سَوْقَ الْجَمَلِ الْكَسِيرِ

Api akan dibangkitkan atas penduduk timur, lalu menggiring mereka ke barat. Ia bermalam bersama mereka di mana mereka bermalam, dan beristirahat siang bersama mereka di mana mereka beristirahat. Ia mengambil apa yang jatuh dan tertinggal dari mereka, dan menggiring mereka seperti unta yang lemah digiring.” (Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan al-Hakim, dan ia berkata, “Hadis sahih.”)

Dengan Allah-lah taufik. Shalawat dan salam serta keberkahan atas Nabi kami Muhammad dan atas keluarganya.

Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.

Baca juga: TANDA-TANDA BESAR KIAMAT: TIGA PENENGGELAMAN BUMI DAN ASAP

Baca juga: TANDA-TANDA BESAR KIAMAT: KELUARNYA YA’JUJ DAN MA’JUJ

Baca juga: TANDA-TANDA BESAR KIAMAT – MUNCULNYA AL-MASIH AD-DAJJAL

(Fuad bin Abdul Aziz asy-Syalhub)

Akidah