PENTINGNYA BERDZIKIR DAN KEDUDUKANNYA

PENTINGNYA BERDZIKIR DAN KEDUDUKANNYA

Perkara paling penting yang dapat menghidupkan dan membahagiakan roh adalah berdzikir kepada Allah, mengingat Pencipta-nya yang Mahatinggi lagi tertinggi. Ia adalah puncaknya yang dapat meningkatkan keimanan, perhiasannya yang dapat menghiasi, dan bekalnya yang dapat menjadikan ketakwaan.

Allah Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS al-Ahzab: 41-42)

Allah Ta’ala berfirman:

وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ

Dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kalian beruntung.” (QS al-Jumu’ah: 10)

Berdzikir kepada Allah adalah obat untuk menyucikan hati dan memberikan kenyamanan. Dzikir dapat menolak amarah, mendatangkan kenikmatan, dan meraih derajat yang tinggi. Dzikir merupakan permata hati, penyejuk mata, kehidupan roh, dan jantung kehidupan. Ketika hati sudah jauh, jasad menjadi kuburan baginya.

Dzikir merupakan senjata ampuh untuk menolak gangguan. Ia juga seperti air yang menyirami nyala api. Ia bagaikan nutrisi yang menghidupkan hati. Ia sebagai sarana yang menghubungkan orang beriman dan alam gaib, sebagai penolak malapetaka, sebagai penyingkap kesusahan dan meringankan musibah. Ketika ditimpa bencana, dzikir adalah tempat bergantung orang yang berdzikir. Ia adalah Surga bagi orang yang selalu mengamalkannya, modal utama baginya untuk meraih kebahagiaan, mengobati luka di hati untuk menjadi kebahagiaan dan keceriaan, menghubungkan ahli dzikir dengan apa yang dimaksud sehingga selalu teringat, mengangkat kedudukan untuk menjadi orang yang senantiasa bersyukur, dan bernilai pahala.

Berdzikir dapat membersihkan hati, menjernihkan jiwa, mengangkat kedudukan, dan menyelamatkan diri dari api Neraka. Tidak ada hal yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba selain berdzikir kepada Allah Ta’ala.

Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu berkata, “Orang yang berdzikir pergi dengan seluruh kebaikan.”

Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tidak ada yang lebih dapat menyelamatkan diri dari azab Allah daripada berdzikir kepada Allah.”

Abu Darda radhiyallahu ‘anhu berkata, “Setiap sesuatu ada masa kejelasannya. Terangnya hati adalah dengan dzikir kepada Allah.”

Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Barangsiapa banyak berdzikir kepada Allah, ia terbebas dari kemunafikan.”

Ubaid bin Umair berkata, “Orang yang paling agung di antara kalian pada malam ini adalah orang yang menunaikan kewajiban, orang paling bakhil terhadap harta lalu menginfakkan hartanya, dan orang yang paling pengecut terhadap musuh lalu memeranginya. Oleh karena itu, perbanyaklah berdzikir kepada Allah.”

Mak-hul berkata, “Mengingat Allah adalah obat. Menyebut-nyebut manusia adalah penyakit.”

Suatu hari seseorang mengadu kepada al-Hasan al-Bashri terkait kerasnya hati. al-Hasan berkata, “Cairkanlah ia dengan berdzikir kepada Allah.”

Pada Hari Kiamat seorang hamba datang dengan membawa dosa sebesar gunung. Namun  lisannya mampu meruntuhkankan dosa-dosa itu disebabkan banyak berdzikir kepada Allah dan yang berkaitan dengannya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Hati yang senantiasa berdzikir bagaikan air bagi ikan. Lalu, bagaimana keadaan ikan tanpa air?”

Baca juga: TINGKATAN DZIKIR

Baca juga: DZIKIR PEMBERAT TIMBANGAN KEBAIKAN

Baca juga: KEUTAMAAN DZIKIR-DZIKIR YANG BERKAITAN DENGAN AMALAN SEHARI SEMALAM

(Syekh Muhammad bin Shalih al-Munajjid)

Adab