KISAH NABI IBRAHIM – MEMBANGUN BAITULLAH

KISAH NABI IBRAHIM – MEMBANGUN BAITULLAH

Setelah kunjungan kedua, Ibrahim tidak mengunjungi anaknya hingga beberapa lama, sesuai kehendak Allah. Pada kunjungan ketiga, Ibrahim berjumpa dengan Ismail di rumah Ismail. Ketika itu Ismail tengah duduk di bawah sebuah pohon besar dekat dengan zamzam sambil membetulkan anak panahnya. Tempat itu adalah tempat yang sama ketika Ibrahim meninggalkan bayi Ismail dahulu. Ketika melihat Ibrahim, Ismail langsung menghampirinya. Keduanya melakukan seperti yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anaknya dan oleh seorang anak terhadap ayahnya yang lama berpisah, seperti berjabat tangan, berpelukan, dan mencium.

Ibrahim berkata, “Wahai Ismail, Allah memerintahkan sesuatu kepadaku.”

“Silakan ayah melaksanakan perintah Allah itu,” sahut Ismail menimpali.

“Apakah engkau akan membantuku?” tanya Ibrahim.

“Tentu,” jawab Ismail.

Ibrahim menjelaskan, “Sungguh, Allah memerintahkan aku untuk membangun sebuah rumah di sini.”

Lebih lanjut Ibrahim menjelaskan bahwa rumah itu adalah sebuah bangunan tinggi yang tingginya melebihi apa-apa yang ada di sekitar itu.

Mereka berbagi tugas. Ibrahim meletakkan batu dan membangun Baitullah, sementara Ismail membawa batu untuk diserahkan kepada Ibrahim. Mereka membangun dan terus membangun hingga mereka harus mengelilingi Baitullah. Ketika bangunan mulai tinggi Ibrahim mengambil sebuah batu, lalu meletakkannya di suatu tempat untuk ia jadikan sebagai tempat ia berdiri (al-maqam). Ibrahim berdiri di atas batu itu dan melanjutkan pembangunan, sementara Ismail tetap membawa batu untuk diserahkan kepada Ibrahim.

Mereka berdoa,

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Ya Rabb kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkau Mahamendengar lagi Mahamengetahui.” (QS al-Baqarah: 127)

Ketika pembangunan selesai, Allah Ta’ala memerintahkan Ibrahim untuk menyeru manusia agar mereka menunaikan ibadah haji ke rumah tersebut. Maka Ibrahim pun menyeru manusia. Mereka datang ke rumah itu dari seluruh penjuru untuk menyaksikan manfaat-manfaat pada dunia dan akhirat mereka, meraih kebahagiaan dan mengangkat kesengsaraan.

Baca sebelumnya: KEMATIAN HAJAR DAN PESAN IBRAHIM KEPADA ISMAIL

Baca sesudahnya: PENYEMBELIHAN ISMAIL

(Dr Hamid Ahmad ath-Thahir)

Kisah