KISAH NABI YUSUF – DI DALAM PENJARA

KISAH NABI YUSUF – DI DALAM PENJARA

al-Aziz memenjarakan Yusuf secara semena-mena. Ini termasuk bagian dari takdir yang Allah Ta’ala tentukan untuk Yusuf dan bagian perlindungan yang Allah berikan kepadanya. Dengan cara ini Yusuf dapat menjauh dari pergaulan mereka.

Bersamaan dengan Yusuf masuk penjara, masuk pula dua orang pemuda. Mereka adalah pelayan yang bertugas memberi minuman kepada raja, dan pelayan yang bertugas membuat roti. Mereka dipenjara karena beberapa tuduhan raja kepada mereka. Ketika bertemu Yusuf, mereka sangat terpesona dengan kepribadian Yusuf: tutur kata, perbuatan, ibadah yang banyak kepada Allah Ta’ala, dan kehalusan budi pekerti.

Pada suatu malam kedua pemuda itu bermimpi. Pelayan yang bertugas memberi minuman bermimpi melihat tiga pohon anggur yang rindang. Buah-buahnya lebat dan telah masak. Ia memetik anggur-anggur tersebut lalu memerasnya ke dalam gelas milik raja. Ia kemudian memberikan gelas itu kepada raja. Pelayan yang bertugas membuat roti bermimpi tentang tiga lapis roti yang berada di atas kepalanya. Burung-burung memakan roti bagian atas.

Mereka menceritakan mimpi-mimpi tersebut kepada Yusuf dan meminta Yusuf menakwil mimpi-mimpi tersebut. Mereka berkata, “Kami memandangmu termasuk orang baik yang dapat menafsirkan mimpi kami.”

Yusuf berkata, “Makan siang atau makan malam kalian tidak akan datang kepada kalian di awal waktu melainkan aku telah menyampaikan takbirnya sebelum makanan itu sampai kepada kalian.”

Lebih lanjut Yusuf berkata, “Kemampuan yang aku miliki semata-mata dari Allah Taala, karena aku beriman kepada-Nya, mengesakan-Nya, dan mengikuti agama nenek moyangku yang mulia, yaitu Ibrahim al-Khalil, Ishaq, dan Ya’qub. Tidak pantas bagi kami para nabi mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Itu adalah karunia dari Allah kepada kami dan kepada seluruh manusia. Tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.”

Sebelum menerangkan takbir mimpi kedua orang itu, Yusuf menggunakan kesempatan yang baik tersebut untuk berdakwah kepada mereka, mengajak mereka bertauhid kepada Allah Ta’ala, dan mengecam semua bentuk peribadatan kepada selain Allah serta mengecilkan kedudukan berhala-berhala, menghinakannya dan menyatakan ketidak-berdayaannya.

Yusuf berkata, “Manakah yang baik menurut kalian, tuhan-tuhan yang bermacam-macam atau Allah yang Mahaesa lagi Mahaperkasa? Apa yang kalian sembah selain Dia hanyalah nama-nama yang kalian maupun nenek moyang kalian buat. Allah Ta’ala tidak menurunkan satu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanya milik Allah.”

Yusuf menambahkan, “Dia telah memerintahkan agar kalian tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Dakwah yang disampaikan Yusuf kepada mereka dalam situasi seperti itu adalah sangat sempurna, karena mereka sangat hormat kepada Yusuf dan siap menerima apa pun yang dikatakan oleh Yusuf. Apa yang didakwahkan adalah jauh lebih berharga dari apa yang mereka minta dari Yusuf.

Setelah itu Yusuf menjelaskan takbir mimpi kepada mereka. Yusuf berkata, “Salah seorang dari kalian akan kembali bekerja menyediakan khamar bagi tuannya. Adapun yang lain akan dihukum mati dengan disalib, lalu kepalanya akan menjadi santapan burung. Dengan demikian, kedua perkara yang kalian tanyakan telah kujawab.”

Orang yang akan kembali bertugas menyediakan minuman khamar bagi tuannya adalah pelayan yang bertugas memberi minuman kepada tuannya. Orang yang akan disalib adalah pelayan yang bertugas membuat roti.

Yusuf berkata kepada orang yang akan selamat, “Jelaskanlah keadaanku kepada tuanmu, bahwa aku sama sekali tidak bersalah.”

Tetapi setan membuatnya lupa menjelaskan keadaan Yusuf kepada tuannya. Hingga akhirnya Yusuf harus mendekam di dalam penjara sekian tahun lamanya.

Baca sebelumnya: MEREKA TERPESONA DENGAN KETAMPANAN YUSUF

Baca sesudahnya: MENJADI PEJABAT NEGARA

(al-Hafidz Ibnu Katsir)

Kisah