Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Amma ba’du:
Kita akan berhenti sejenak untuk merenungkan sebuah ayat agung dari Kitab Allah, yaitu firman-Nya:
وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
“Berilah mereka peringatan tentang Hari Penyesalan, ketika segala perkara telah diputuskan, sedangkan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.” (QS Maryam: 39)
Allah Ta’ala memerintahkan Nabi-Nya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar memperingatkan manusia tentang Hari Penyesalan dan penyesalan yang mendalam, yaitu Hari Kiamat. Pada hari itu penyesalan menjadi sangat besar dan rasa sesal semakin dahsyat. Adakah penyesalan yang lebih besar daripada kehilangan keridhaan Allah dan Surga-Nya, mendapatkan kemurkaan-Nya, serta kekal di dalam Neraka, dalam keadaan tidak seorang pun dapat kembali ke dunia untuk memulai kembali amalnya?
Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya orang-orang yang rugi adalah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarga mereka pada Hari Kiamat.’ Ketahuilah, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS az-Zumar: 15)
Ibnu Abbas berkata, “Hari Penyesalan adalah salah satu nama Hari Kiamat. Allah mengagungkannya dan memperingatkan hamba-hamba-Nya darinya.”
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firman-Nya: “Berilah mereka peringatan tentang Hari Penyesalan,” yaitu hari Kiamat. Kemudian ia membaca,
أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَى عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ
“Jangan sampai seseorang berkata, ‘Alangkah besarnya penyesalanku atas kelalaianku dalam menunaikan kewajiban terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan.’” (QS az-Zumar: 56)
Firman-Nya, “ketika segala perkara telah diputuskan,” maksudnya, perhitungan amal telah selesai, penghuni Surga telah berada di Surga, dan penghuni Neraka telah berada di Neraka.
Firman-Nya, “sedangkan mereka dalam kelalaian,” maksudnya, ketika di dunia mereka lalai karena mengikuti berbagai syahwat dan kenikmatan mereka sehingga melalaikan amal untuk menghadapi Hari Penyesalan.
Firman-Nya, “dan mereka tidak beriman,” maksudnya, mereka tidak membenarkan adanya kebangkitan setelah kematian serta apa yang terdapat padanya berupa kenikmatan abadi bagi orang-orang yang menaati Allah dan azab yang pedih bagi orang-orang yang mendurhakai Allah.
Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُجَاءُ بِالْمَوْتِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُ كَبْشٌ أَمْلَحُ
“Pada Hari Kiamat, kematian didatangkan dalam bentuk seperti seekor domba jantan putih bercampur hitam.”
Dalam riwayat Abu Kuraib terdapat tambahan,
فَيُوقَفُ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ، فَيُقَالُ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ، هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا؟ فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنْظُرُونَ وَيَقُولُونَ: نَعَمْ، هَذَا الْمَوْتُ، وَيُقَالُ: يَا أَهْلَ النَّارِ، هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا؟ قَالَ: فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنْظُرُونَ وَيَقُولُونَ: نَعَمْ، هَذَا الْمَوْتُ،فيُؤمَر به فيُذبَح
“Lalu ia ditempatkan di antara Surga dan Neraka. Kemudian dikatakan, ‘Wahai penghuni Surga, apakah kalian mengenal ini?’ Mereka pun menjulurkan leher, melihatnya, lalu berkata, ‘Ya, ini adalah kematian.’ Kemudian dikatakan, ‘Wahai penghuni Neraka, apakah kalian mengenal ini?’ Mereka pun menjulurkan leher, melihatnya, lalu berkata, ‘Ya, ini adalah kematian.’ Kemudian diperintahkan agar kematian itu disembelih.”
Selanjutnya dikatakan,
يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ خُلُودٌ فَلَا مَوْتَ، وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُودٌ فَلَا مَوْتَ
“Wahai penghuni Surga, kekekalan dan tidak ada lagi kematian. Wahai penghuni Neraka, kekekalan dan tidak ada lagi kematian.”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca,
وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
“Berilah mereka peringatan tentang Hari Penyesalan, ketika segala perkara telah diputuskan, sedangkan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.” (QS Maryam: 39)
Beliau lalu mengisyaratkan dengan tangannya ke arah dunia. (HR al-Bukhari no. 4730 dan Muslim no. 2849)
Dalam riwayat Muslim dari Ibnu Umar terdapat tambahan,
فَيَزْدَادُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فَرَحًا إِلَى فَرَحِهِمْ، وَيَزْدَادُ أَهْلُ النَّارِ حُزْنًا إِلَى حُزْنِهِمْ
“Maka bertambahlah kegembiraan penghuni Surga di atas kegembiraan mereka, dan bertambahlah kesedihan penghuni Neraka di atas kesedihan mereka.”
Dalam riwayat at-Tirmidzi disebutkan,
فَلَوْ أَنَّ أَحَدًا مَاتَ فَرَحًا، لَمَاتَ أَهْلُ الْجَنَّةِ، وَلَوْ أَنَّ أَحَدًا مَاتَ حُزْنًا، لَمَاتَ أَهْلُ النَّارِ
“Seandainya seseorang dapat mati karena kegembiraan, niscaya penghuni Surga akan mati. Seandainya seseorang dapat mati karena kesedihan, niscaya penghuni Neraka akan mati.” (Dhaif. HR at-Tirmidzi no. 2756)
Faedah Ayat
Di antara faedah ayat yang mulia ini:
1️⃣ Pada Hari Penyesalan, orang kafir menyesali kekafirannya, orang zalim menyesali kezalimannya, dan orang yang lalai dalam menaati Rabb-nya menyesali kelalaiannya. Akan tetapi, ketika itu penyesalan tidak lagi bermanfaat.
Allah Ta’ala berfirman:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ
“Pada hari ketika permintaan maaf orang-orang zalim tidak berguna bagi mereka. Bagi mereka laknat dan bagi mereka tempat tinggal yang buruk.” (QS Ghafir: 52)
Allah Ta’ala juga berfirman:
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا
“Pada hari ketika orang zalim menggigit kedua tangannya seraya berkata, ‘Wahai, sekiranya dahulu aku mengambil jalan bersama Rasul. Celakalah aku! Sekiranya dahulu aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman dekat. Sungguh, dia telah menyesatkanku dari peringatan setelah peringatan itu datang kepadaku.’ Setan memang selalu mengecewakan manusia.” (QS al-Furqan: 27–29)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ حَتَّى إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَى مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَى ظُهُورِهِمْ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ
“Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah. Hingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, ‘Alangkah besarnya penyesalan kami atas kelalaian kami terhadapnya.’ Mereka memikul dosa-dosa mereka di atas punggung mereka. Ketahuilah, sangat buruk apa yang mereka pikul itu.” (QS al-An’am: 31)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا
“Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kalian akan azab yang dekat, pada hari ketika seseorang melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, ‘Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku menjadi tanah.’” (QS an-Naba’: 40)
2️⃣ Seorang mukmin sepatutnya tidak berada dalam kelalaian, tetapi senantiasa mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Rabb-nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لَآتٍ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Barang siapa mengharapkan pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu yang telah ditetapkan Allah pasti datang. Dia Mahamendengar lagi Mahamengetahui.” (QS al-’Ankabut: 5)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah dipersiapkannya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan.” (QS al-Hasyr: 18)
3️⃣ Pada Hari Penyesalan orang kafir melihat bahwa masa tinggalnya di dunia hanya sebentar.
Allah Ta’ala berfirman:
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَنْ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنَ النَّهَارِ
“Pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka, seakan-akan mereka tidak pernah tinggal kecuali sesaat pada siang hari.” (QS Yunus: 45)
Allah Ta’ala juga berfirman:
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا
“Pada hari ketika mereka melihatnya, seakan-akan mereka tidak pernah tinggal kecuali pada waktu sore atau pagi harinya.” (QS an-Nazi’at: 46)
4️⃣ Di antara penyesalan terbesar penghuni Neraka adalah bahwa salah seorang dari mereka berharap dapat menebus dirinya dari azab Allah dengan harta, anak-anaknya, seluruh manusia, bahkan seluruh kekayaan dunia. Padahal sebelumnya ia hanya diminta melakukan sesuatu yang jauh lebih ringan daripada itu, tetapi ia tidak melakukannya.
Allah Ta’ala berfirman:
يُبَصَّرُونَهُمْ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنْجِيهِ
“Mereka diperlihatkan satu sama lain. Orang yang berdosa ingin sekiranya ia dapat menebus dirinya dari azab pada hari itu dengan anak-anaknya, istrinya, saudaranya, keluarganya yang melindunginya, dan seluruh orang yang ada di bumi, kemudian tebusan itu dapat menyelamatkannya.” (QS al-Ma’arij: 11–14)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir tidak akan diterima dari salah seorang di antara mereka emas sepenuh bumi, sekalipun ia menebus dirinya dengannya. Mereka mendapatkan azab yang pedih dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.” (QS Ali ‘Imran: 91)
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لِأَهْوَنِ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا: لَوْ كَانَتْ لَكَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا، أَكُنْتَ مُفْتَدِيًا بِهَا؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ. فَيَقُولُ: قَدْ أَرَدْتُ مِنْكَ أَهْوَنَ مِنْ هَذَا وَأَنْتَ فِي صُلْبِ آدَمَ: أَلَّا تُشْرِكَ ـ أَحْسَبُهُ قَالَ ـ وَلَا أُدْخِلُكَ النَّارَ، فَأَبَيْتَ إِلَّا الشِّرْكَ
“Allah Tabaraka wa Ta‘ala berfirman kepada penghuni Neraka yang paling ringan azabnya, ‘Seandainya engkau memiliki dunia beserta seluruh isinya, apakah engkau akan menebus dirimu dengannya?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Allah berfirman, ‘Sungguh, Aku telah menghendaki darimu sesuatu yang lebih ringan daripada itu ketika engkau masih berada dalam sulbi Adam, yaitu agar engkau tidak menyekutukan-Ku —aku kira beliau bersabda demikian— dan Aku tidak akan memasukkanmu ke dalam Neraka. Namun, engkau tidak menghendaki kecuali kesyirikan.’” (HR al-Bukhari no. 6557 dan Muslim no. 2805)
5️⃣ Seorang mukmin sepatutnya menjaga keislaman dan keimanannya hingga meninggal dunia.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS Ali ‘Imran: 102)
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berdoa,
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَطَاعَتِكَ
“Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama dan ketaatan kepada-Mu.” (HR Ahmad 6/251)
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“Ya Allah, Dzat Yang mengarahkan hati, arahkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu.” (HR Muslim 4/2045 no. 2654)
Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga beliau, dan seluruh sahabat beliau.
Baca juga: PENYESALAN DI DUNIA
Baca juga: SIFAT PENGHUNI SURGA
Baca juga: JABATAN ADALAH PENYESALAN DI HARI KIAMAT
Baca juga: PENYESALAN SAAT KEMATIAN DAN DI ALAM KUBUR
Baca juga: PEMBICARAAN PARA PENGHUNI SURGA DAN FIRMAN RABB MEREKA KEPADA MEREKA
(Dr Amin bin Abdullah asy-Syaqawi)

