Segala puji bagi Allah yang Mahaagung sifat-Nya, indah kelembutan-Nya, melimpah pahala-Nya, dan keras siksa-Nya. Dia Yang Mahahidup lagi Mahaberdiri Sendiri, yang mengadakan alam semesta dari ketiadaan dan mengaturnya. Dia menciptakan manusia dari setetes mani lalu menentukannya, kemudian memudahkan jalannya, kemudian mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur, kemudian apabila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali. Mahasuci Dia sebagai Tuhan, betapa Mahaperkasa dan Mahakuasa Dia.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dengan kesaksian orang yang mengakui keesaan-Nya serta mengakui uluhiyah dan rububiyah-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, makhluk-Nya yang paling utama.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad, keluarga beliau, dan para sahabat beliau, orang-orang pilihan Allah dari makhluk-Nya dan orang-orang terbaik-Nya.
Amma ba’du:
Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian tertipu oleh penangguhan dan kesabaran-Nya. Perbaikilah amal-amal kalian karena semuanya diperhitungkan atas kalian dan kalian akan diberi balasan atasnya berdasarkan hikmah dan ilmu-Nya.
Waspadailah dunia karena begitu banyak bencana dan penyakitnya. Sesuatu yang datang darinya akan berlalu dan sesuatu yang tegak darinya akan condong. Jika dunia membuat kalian tertawa sebentar dengan berbagai perhiasannya, ia akan membuat kalian menangis lama dengan berbagai kesusahannya.
Perhatikanlah orang yang mengumpulkan dunia dan menahannya. Bagaimana kemudian dunia itu berpindah kepada orang lain, sedangkan akibat dan dosanya tetap menjadi tanggungannya.
Renungkanlah kesudahan orang-orang yang dahulu segala urusan tunduk kepada mereka, lalu kebodohan dan ketertipuan membuat mereka mabuk. Mereka melakukan di dunia apa saja yang mereka inginkan dan kehendaki. Mereka menyambung hubungan dengan siapa yang mereka kehendaki untuk disambung, serta memutuskan hubungan dan memusuhi siapa yang mereka kehendaki.
Lihatlah bagaimana kematian mendatangi mereka secara tiba-tiba tanpa mereka sadari, dan bagaimana nyawa mereka yang berharga dicabut ketika mereka sedang lalai dan terlena.
Kematian menggantikan bagi mereka kesunyian kubur setelah kenikmatan taman-taman istana. Cacing-cacing memperlakukan mereka dengan sesuatu yang mengerikan. Susunan tubuh mereka yang sempurna dibuatnya miring dan persendian mereka yang dahulu tersambung dipisahkannya. Mata mereka yang indah dipadamkan dan dihilangkan cahayanya. Wajah mereka yang cerah dan elok diubahnya. Lidah mereka yang fasih dibungkam dan diputusnya. Rambut mereka yang hitam pekat dicabik-cabiknya. Tubuh mereka yang lembut dipermainkan dan tercerai-beraikan oleh kebinasaan.
Mereka berharap dapat kembali ke dunia, tetapi sungguh jauh kemungkinan mereka untuk kembali. Mereka ingin dikembalikan agar dapat memperbaiki apa yang masih mampu mereka perbaiki berupa bertobat dan keluar dari keadaan tersebut.
Seandainya kalian bertanya kepada mereka tentang keadaan yang telah mereka alami, niscaya mereka akan berkata, “Sungguh, kami telah menghadapi berbagai kesulitan, kegelisahan, dan kengerian. Sungguh, kami telah dihisab atas amal-amal yang kecil maupun yang besar. Tidak ada sedikit ataupun banyak dari amal kami yang tidak kami dapati, dan kami tidak mendapatkan seorang pemberi syafaat, pelindung, ataupun penolong bagi kami.
Betapa besarnya penyesalan kami atas kelalaian kami terhadap hak Allah. Betapa besarnya penyesalan kami atas keberanian kami melanggar perkara-perkara yang Allah haramkan. Betapa celakanya kami karena azab yang terus-menerus dan betapa hinanya kami karena kesedihan dan kehinaan yang bertumpuk-tumpuk.
Sungguh, ayat-ayat dan berbagai nasihat telah datang kepada kami, tetapi kami menolaknya. Berbagai nikmat dari Rabb kami terus-menerus datang kepada kami, tetapi kami tidak mensyukurinya. Kami telah mendahulukan dunia daripada akhirat dan lebih memilihnya. Maka sekarang kami tergadai oleh amal-amal kami dan menyesali berbagai kejahatan yang telah diperbuat oleh tangan kami.”
Allah Ta’ala berfirman:
أَفَرَأَيْتَ إِنْ مَتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ ثُمَّ جَاءَهُمْ مَا كَانُوا يُوعَدُونَ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يُمَتَّعُونَ
“Maka bagaimana pendapatmu jika Kami memberikan kenikmatan kepada mereka selama bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka apa yang dahulu diancamkan kepada mereka? Tidaklah berguna bagi mereka segala kenikmatan yang dahulu diberikan kepada mereka.” (QS asy-Syu’ara’: 205–207)
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ
Baca juga: ANJURAN UNTUK BERDOA
Baca juga: AMAL APAKAH YANG PALING UTAMA?
Baca juga: NERAKA, SIFAT-SIFATNYA, DAN PARA PENGHUNINYA
Baca juga: MENGINGATKAN MANUSIA TENTANG NIKMAT AGAMA
Baca juga: APA SAJA YANG DISYARIATKAN BAGI ORANG YANG MENGHADIRI ORANG YANG AKAN MENINGGAL?
(Syekh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

