Segala puji bagi Allah yang telah menjanjikan kecukupan yang sempurna dan pertolongan kepada orang-orang yang bertawakal kepada-Nya, meringankan beban-beban mereka, serta mengangkat dari mereka kesulitan dan beban berat.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad, keluarga beliau, dan para sahabat beliau.
Amma ba’du:
Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah Ta’ala yang telah menciptakan kalian, memberi rezeki kepada kalian, dan memelihara kalian; yang telah memberi makan kepada kalian, mencukupi kalian, dan memberikan tempat berlindung kepada kalian; yang telah menyelamatkan kalian dari kebinasaan dan memberikan petunjuk kepada kalian. Bertawakallah kepada-Nya dengan sebenar-benarnya tawakal dalam memperbaiki urusan agama dan dunia kalian. Ketahuilah bahwa bertawakal kepada Allah merupakan salah satu konsekuensi keimanan. Dengan tawakal terwujud bagi seorang hamba segala kebaikan, kebajikan, dan karunia.
Kalian mengetahui bahwa kalian adalah orang-orang fakir yang sangat membutuhkan Rabb kalian dalam segala keadaan dan urusan. Rabb adalah Dzat yang berbuat apa saja yang Dia kehendaki. Apabila Dia menetapkan suatu perkara, Dia hanya berfirman kepadanya, “Jadilah,” maka jadilah ia. Dia mengetahui kemaslahatan kalian yang tidak kalian ketahui, menghendaki untuk kalian sesuatu yang tidak kalian kehendaki, dan berkuasa atas sesuatu yang kalian tidak mampu melakukannya.
Maka tempuhlah sebab-sebab dengan bertawakal kepada Allah, bukan kepada selain-Nya. Laksanakanlah perintah-Nya dan jauhilah larangan-Nya seraya memohon kepada-Nya agar Dia menolong kalian untuk meraih kecintaan dan keridhaan-Nya.
Tempuhlah pula sebab-sebab duniawi berupa perdagangan, industri, pertanian, atau sebab-sebab lainnya. Lakukanlah sebab tersebut dengan tetap bertawakal dan bersandar kepada Dzat yang menjadikan segala sebab. Sesungguhnya apabila kalian berpegang teguh pada hal itu, kalian akan senantiasa berada dalam ibadah, dan Allah akan menolong kalian serta memudahkan bagi kalian berbagai jalan dan pintu.
Tiga kalimat merupakan roh tawakal dan memohon pertolongan. Barang siapa mengucapkannya dengan lisannya seraya menghadirkan maknanya di dalam hatinya, sungguh ia telah merealisasikan tawakal dan menegakkan bangunannya dengan lurus:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” (QS al-Fatihah: 5)
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
“Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Rabb ‘Arsy yang agung.” (QS at-Taubah: 129)
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
“Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”
Kalimat-kalimat tersebut merupakan perbendaharaan Surga yang mengantarkan seorang hamba kepada segala kebaikan yang melimpah.
Apabila seorang hamba mengetahui bahwa tidak ada daya pada siapa pun dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, lalu ia bersandar sepenuhnya kepada Rabb-nya dalam memperoleh kemaslahatan agama dan dunianya serta dalam menolak segala sesuatu yang membahayakan dan tidak disukai, dengan penuh kepercayaan kepada Pelindungnya; mengetahui bahwa Dia-lah yang memberikan manfaat dan mendatangkan mudarat, bahwa Dia melindungi dari berbagai keburukan serta mendatangkan segala sesuatu yang dicintai dan menggembirakan; dan mengetahui bahwa seluruh makhluk berada dalam keadaan sangat membutuhkan Rabb mereka dan berada pada puncak kefakiran kepada-Nya; kemudian ia memutus harapan dan ketergantungannya kepada makhluk serta menyerahkan seluruh kebutuhan dan urusannya kepada Allah, Rabb semesta alam, maka hendaklah ia bergembira dengan kecukupan yang sempurna, kemudahan berbagai urusan dan kesejukan matanya dengan kehidupan yang baik dalam segala sesuatu yang berlangsung berdasarkan ketetapan takdir.
Barang siapa memutus ketergantungannya kepada Allah dan bergantung kepada selain-Nya, niscaya Allah akan menelantarkannya, menyerahkannya kepada selain-Nya, serta menyerahkannya kepada sesuatu yang ia ridhai bagi dirinya dan ia jadikan sebagai pelindung. Maka bertakwalah kepada Allah, wahai hamba-hamba Allah. Tempuhlah usaha dan pencarian dengan cara yang baik, dan bertawakallah kepada Dzat yang menjadikan sebab, bukan kepada sebab itu sendiri.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sungguh, Allah telah menetapkan ketentuan bagi segala sesuatu.” (QS ath-Thalaq: 2–3)
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ
Baca juga: TAWAKAL YANG BENAR
Baca juga: TAWAKAL KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA
Baca juga: TAWAKAL KEPADA ALLAH DALAM SETIAP URUSAN
Baca juga: TAWAKAL KEPADA ALLAH DAN MEMOHON PERTOLONGAN-NYA
Baca juga: BERSEMANGATLAH TERHADAP APA YANG BERMANFAAT BAGIMU
(Syekh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

