ILMU MANUSIA BERASAL DARI ALLAH DAN SANGAT TERBATAS

ILMU MANUSIA BERASAL DARI ALLAH DAN SANGAT TERBATAS

Segala puji bagi Allah yang mengajar manusia dengan perantaraan pena, mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Kami bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Yang Mahakaya lagi Mahamulia. Kami juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diutus kepada bangsa Arab dan bangsa non-Arab.

Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada beliau, kepada keluarga beliau, para sahabat beliau, dan orang-orang yang berpegang teguh kepada petunjuk mereka yang paling lurus, serta melimpahkan salam dengan sebanyak-banyaknya.

Amma ba’du.

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah Ta’ala. Ketahuilah bahwa Allah Mahamengetahui segala sesuatu dan Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak sesuatu pun terjadi di langit dan di bumi melainkan Dia mengetahuinya, Mahasuci Dia, dan telah menentukannya sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.

Sungguh, Allah telah menciptakan alam semesta dengan sangat sempurna dan menjadikannya tersusun dengan sebaik-baiknya.

صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ

“Itulah ciptaan Allah yang menyempurnakan segala sesuatu. Sesungguhnya Dia Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan.” (QS an-Naml: 88)

Allah telah memuliakan anak cucu Adam, mengangkut mereka di daratan dan di lautan, menganugerahkan kepada mereka berbagai rezeki yang baik, serta menundukkan bagi mereka malam dan siang, matahari dan bulan. Bahkan, Dia telah menundukkan bagi mereka segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Semuanya merupakan karunia dari-Nya.

Allah mengeluarkan mereka dari perut ibu mereka dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Kemudian Dia menganugerahkan kepada mereka daya tangkap dan akal, lalu menjadikan bagi mereka pendengaran, penglihatan, dan hati. Allah pun membukakan bagi mereka berbagai jalan untuk memperoleh ilmu. Lalu mereka meneliti berbagai hal yang telah Allah tundukkan bagi mereka itu, sehingga mereka berhasil mengeluarkan darinya berbagai hal yang menakjubkan, baik yang bersifat kebutuhan pokok maupun pelengkap, yang bermanfaat maupun yang membahayakan.

Segala ilmu atau kemampuan yang mereka miliki hanya berasal dari Allah Ta’ala. Seandainya Dia menghendaki, niscaya Dia akan mencabut ilmu dari mereka sehingga mereka menjadi orang-orang yang bodoh. Seandainya Dia menghendaki, niscaya Dia akan mencabut kemampuan dari mereka sehingga mereka menjadi orang-orang yang tidak berdaya.

Allah Ta’ala telah menganugerahkan kepada mereka ilmu dan kemampuan dalam kadar yang terbatas. Oleh karena itu, betapapun banyak ilmu atau kemampuan yang mereka peroleh, semuanya tetap sedikit, bahkan sangat sedikit, apabila dibandingkan dengan ilmu dan kekuasaan Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا

“Tidaklah kalian diberi ilmu melainkan sedikit.” (QS al-Isra’ : 85)

Sungguh, di antara perkara yang Allah ajarkan kepada hamba-hamba-Nya dan Dia berikan kemampuan kepada mereka untuk menguasainya adalah ilmu perindustrian, yang pada masa kita sekarang telah mencapai tingkat yang sangat tinggi, yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan oleh siapa pun.

Kapal-kapal laut yang membelah ombak lautan dengan kekuatan dan keamanan mengangkut manusia dan harta sebanyak yang Allah kehendaki, serta menempuh perjalanan yang jauh dengan aman dan tenteram. Semuanya dapat terwujud karena Allah telah membukakan kepada para pembuatnya pemahaman dan pengetahuan, serta karena Allah memudahkan bagi mereka berbagai bahan yang darinya kapal-kapal itu dibuat dan dengannya kapal-kapal itu dapat berlayar.

Demikian pula alat-alat transportasi udara yang menjelajahi angkasa, dari timur hingga barat, melayang di udara sambil mengangkut manusia dan harta sebanyak yang Allah kehendaki, menempuh jarak yang sangat jauh dengan kecepatan yang luar biasa dan ketinggian yang menjulang tinggi. Semua itu, tanpa diragukan lagi, adalah hasil karya manusia. Akan tetapi, semuanya berasal dari ilmu yang Allah anugerahkan kepada mereka dan dari berbagai sarana yang Allah tundukkan bagi mereka. Seandainya Allah Ta’ala menghendaki, niscaya mereka tidak akan mampu membuatnya.

Siapakah yang dapat membayangkan, sebelum hal itu terjadi dan kita menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, bahwa pesawat-pesawat besar yang mengangkut rombongan manusia ini akan terbang tinggi di atas awan? Tidak seorang pun membayangkan hal itu sebelum benar-benar terjadi. Setiap hasil ciptaan dan penemuan yang mampu dibuat oleh manusia tidak keluar dari ilmu dan kekuasaan Allah. Oleh karena itu, hendaklah kita mengambil pelajaran darinya tentang kesempurnaan ilmu, kekuasaan, dan rahmat Allah.

Hendaklah kita menyadari bahwa tidak satu pun kesempurnaan yang dimiliki makhluk, baik dalam ilmu, kemampuan, maupun selain keduanya, melainkan semuanya sangat kecil apabila dibandingkan dengan apa yang dimiliki Allah dari ilmu, kekuasaan, dan kesempurnaan tersebut.

Kita tidak boleh terpedaya oleh semua itu, lalu mengagungkan para pembuat berbagai hasil karya tersebut melebihi kadar yang semestinya. Kita juga harus memperhatikan akibat dari berbagai hasil industri yang telah diciptakan itu. Apakah semuanya akan menjadi kebaikan bagi umat manusia sehingga menjadi suatu nikmat, atau justru menjadi keburukan bagi umat manusia sehingga berubah menjadi suatu bencana.

Demikian pula, kita wajib meyakini dengan keyakinan yang pasti bahwa al-Qur’an dan sunah yang sahih, keduanya berasal dari Allah. Apa pun yang berasal dari Allah adalah kebenaran. Tidak akan datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya. Oleh karena itu, tidak mungkin ada sesuatu yang bersifat nyata dan dapat diindra ataupun sesuatu yang diketahui melalui akal yang bertentangan dengan apa yang dibawa oleh al-Qur’an dan sunah selama-lamanya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Dia menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kalian bersyukur.” (QS an-Nahl: 78)

Allah Ta’ala juga berfirman melalui lisan Ibrahim :

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ

“Padahal Allah telah menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat.” (QS ash-Shaffat : 96)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Baca juga: KEUTAMAAN ILMU SYAR’I

Baca juga: MENGAPA HARUS BERILMU?

Baca juga: LARANGAN MENYEMBUNYIKAN ILMU

Baca juga: ISLAM ADALAH PERATURAN HIDUP YANG SEMPURNA

Baca juga: MENGINGATKAN MANUSIA TENTANG NIKMAT AGAMA

(Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin)

Khotbah