PEMBICARAAN PARA PENGHUNI NERAKA (1)

PEMBICARAAN PARA PENGHUNI NERAKA (1)

Segala puji bagi Allah yang melimpahkan berbagai nikmat dan menolak berbagai bencana, Mahapengampun lagi Mahapenyayang kepada orang yang menaati-Nya, dan sangat keras hukuman-Nya terhadap orang yang mendurhakai-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada sebaik-baik manusia. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau dan keluarganya.

Pembicaraan tentang perkataan para penghuni Neraka di dalam Neraka —semoga Allah melindungiku dan kalian darinya— merupakan pembicaraan yang berat dan menyakitkan. Hal itu karena Allah telah menceritakan kepada kita dalam Kitab-Nya yang mulia keadaan mereka di dalam Neraka serta menggambarkan jeritan, ratapan, tangisan, dan pertengkaran mereka satu sama lain, agar orang-orang yang bermaksiat menjadi jera dan orang-orang yang mau mengambil pelajaran dapat mengambil pelajaran.

Di sini aku akan menyampaikan sebagian perkataan dan pertengkaran mereka sebagaimana Allah telah menceritakannya kepada kita dalam Kitab-Nya yang mulia:

1️⃣ Di antara pembicaraan para penghuni Neraka di dalam Neraka adalah bahwa ketika mereka melihat Neraka serta mendengar suara, embusan, dan gemuruh napasnya, orang-orang kafir mendoakan kebinasaan, kehancuran, kerugian, dan kegagalan bagi diri mereka sendiri.

Allah Ta’ala berfirman:

إِذَا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا ۝ وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًا ۝ لَا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُورًا وَاحِدًا وَادْعُوا ثُبُورًا كَثِيرًا

Apabila Neraka melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya. Apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di Neraka itu dalam keadaan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan. (Akan dikatakan kepada mereka), ‘Janganlah pada hari ini kalian mengharapkan satu kebinasaan saja, tetapi harapkanlah kebinasaan yang banyak.’” (QS al-Furqan: 12–14)

2️⃣ Di antara pembicaraan mereka adalah pengakuan mereka atas diri mereka sendiri ketika memasuki Neraka bahwa mereka dahulu adalah orang-orang kafir.

Allah Ta’ala berfirman:

وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ زُمَرًا حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ

Orang-orang kafir digiring ke Neraka Jahanam secara berkelompok-kelompok. Hingga apabila mereka telah sampai kepadanya, dibukakanlah pintu-pintunya dan para penjaganya berkata kepada mereka, ‘Apakah belum pernah datang kepada kalian rasul-rasul dari kalangan kalian sendiri yang membacakan kepada kalian ayat-ayat Rabb kalian dan memperingatkan kalian tentang pertemuan dengan hari kalian ini?’ Mereka menjawab, ‘Benar.’ Akan tetapi, ketetapan azab telah berlaku atas orang-orang kafir.” (QS az-Zumar: 71)

Allah Ta’ala berfirman:

كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ۝ قَالُوا بَلَىٰ قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ ۝ وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ۝ فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ

Setiap kali sekumpulan orang dilemparkan ke dalamnya, para penjaganya bertanya kepada mereka, ‘Apakah belum pernah datang kepada kalian seorang pemberi peringatan?’ Mereka menjawab, ‘Benar, sungguh telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, tetapi kami mendustakannya dan kami berkata, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun. Kalian hanyalah berada dalam kesesatan yang besar.” Mereka berkata, ‘Sekiranya dahulu kami mau mendengarkan atau menggunakan akal, niscaya kami tidak termasuk para penghuni Neraka yang menyala-nyala.’ Maka mereka mengakui dosa mereka. Maka binasalah para penghuni Neraka yang menyala-nyala itu.” (QS al-Mulk: 8–11)

3️⃣ Di antara pembicaraan mereka adalah bahwa setiap kelompok yang memasuki Neraka disambut oleh kelompok yang masuk sebelumnya dengan celaan, makian, dan sambutan yang tidak baik.

Allah Ta’ala berfirman:

هَذَا فَوْجٌ مُقْتَحِمٌ مَعَكُمْ لَا مَرْحَبًا بِهِمْ إِنَّهُمْ صَالُوا النَّارِ ۝ قَالُوا بَلْ أَنْتُمْ لَا مَرْحَبًا بِكُمْ أَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا فَبِئْسَ الْقَرَارُ ۝ قَالُوا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هَذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِي النَّارِ

(Dikatakan kepada mereka), ‘Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kalian.’ (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka),  ‘Tidak ada sambutan baik bagi mereka. Sesungguhnya mereka akan masuk ke dalam Neraka.’ Mereka berkata, ‘Justru kalianlah yang tidak mendapat sambutan baik. Kalianlah yang telah mendatangkan ini kepada kami. Maka Neraka adalah seburuk-buruk tempat menetap.’ Mereka berkata, ‘Wahai Rabb kami, siapa yang telah mendatangkan ini kepada kami, maka tambahkanlah kepadanya azab dua kali lipat di dalam Neraka.’” (QS Shad: 59–61)

Demikian pula firman Allah Ta’ala:

كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا حَتَّىٰ إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَٰكِنْ لَا تَعْلَمُونَ ۝ وَقَالَتْ أُولَاهُمْ لِأُخْرَاهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ

Setiap kali suatu umat masuk, ia melaknat umat yang sejenis dengannya. Hingga apabila mereka semuanya telah berkumpul di dalamnya, golongan yang datang kemudian berkata kepada golongan yang terdahulu, ‘Wahai Rabb kami, mereka inilah yang telah menyesatkan kami. Maka berikanlah kepada mereka azab dua kali lipat dari Neraka.’ Allah berfirman, ‘Masing-masing mendapat azab dua kali lipat, tetapi kalian tidak mengetahui.’ Golongan yang terdahulu berkata kepada golongan yang datang kemudian, ‘Kalian tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka rasakanlah azab karena apa yang telah kalian kerjakan.’” (QS al-A’raf: 38–39)

4️⃣ Di antara pembicaraan mereka adalah pengakuan mereka bahwa dahulu mereka menyembah selain Allah dan bahwa mereka berada dalam kesesatan yang nyata. Bahkan, mereka berharap dapat kembali agar menjadi orang-orang yang beriman, tetapi hal itu mustahil.

Allah Ta’ala berfirman:

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ ۝ وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ ۝ مِنْ دُونِ اللَّهِ هَلْ يَنْصُرُونَكُمْ أَوْ يَنْتَصِرُونَ ۝ فَكُبْكِبُوا فِيهَا هُمْ وَالْغَاوُونَ ۝ وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ ۝ قَالُوا وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ ۝ تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ۝ إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ ۝ وَمَا أَضَلَّنَا إِلَّا الْمُجْرِمُونَ ۝ فَمَا لَنَا مِنْ شَافِعِينَ ۝ وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ ۝ فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat. Dikatakan kepada mereka, ‘Di manakah apa yang dahulu kalian sembah selain Allah? Dapatkah mereka menolong kalian atau menolong diri mereka sendiri?’ Maka mereka dijungkirbalikkan ke dalam Neraka bersama orang-orang yang sesat dan seluruh bala tentara Iblis. Mereka berkata ketika sedang bertengkar di dalamnya, ‘Demi Allah, sungguh dahulu kami benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata, ketika kami menyamakan kalian dengan Rabb seluruh alam. Tidak ada yang menyesatkan kami selain orang-orang yang berdosa. Maka sekarang kami tidak mempunyai seorang pun pemberi syafaat dan tidak pula seorang sahabat karib. Sekiranya kami mempunyai kesempatan untuk kembali sekali lagi, niscaya kami akan menjadi termasuk orang-orang yang beriman.’” (QS asy-Syu’ara: 91–102)

5️⃣ Di antara pembicaraan para penghuni Neraka di dalam Neraka adalah bahwa mereka menyampaikan alasan kepada Rabb mereka bahwa mereka melakukan apa yang telah mereka lakukan karena mengikuti para pembesar dan pemimpin serta menaati mereka. Mereka tersesat dari jalan menuju kebenaran karena menaati mereka. Mereka berharap —ketika penyesalan tidak lagi bermanfaat— seandainya dahulu mereka menaati Allah dan Rasul-Nya. Kemudian mereka mendoakan agar para pemimpin mereka mendapatkan azab yang berlipat ganda dan laknat.

Allah Ta’ala berfirman:

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا ۝ وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا ۝ رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا

Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan di dalam Neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya sekiranya dahulu kami menaati Allah dan menaati Rasul.’ Mereka berkata, ‘Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar. Wahai Rabb kami, berikanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.’” (QS al-Ahzab: 66–68)

Pembicaraan ini masih memiliki kelanjutan. Allah lebih mengetahui.

Semoga Allah melimpahkan shalawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan para sahabat beliau, serta melimpahkan salam yang sebanyak-banyaknya hingga Hari Kiamat.

Baca juga: ADAB BERBICARA (5)

Baca juga: SIFAT PENGHUNI SURGA

Baca juga: ANCAMAN MENGGUNAKAN HARTA TANPA HAK

Baca juga: KAUM LUTH DAN HUKUMAN BAGI PELAKU HOMOSEKSUAL

Baca juga: PEMBICARAAN PARA PENGHUNI SURGA DAN FIRMAN RABB MEREKA KEPADA MEREKA

(Fuad bin Abdul Aziz asy-Syalhub)

Akidah