TAWAKAL KEPADA ALLAH DAN MEMOHON PERTOLONGAN-NYA

TAWAKAL KEPADA ALLAH DAN MEMOHON PERTOLONGAN-NYA

Segala puji bagi Allah Yang Mahakuat lagi Mahateguh, Raja Yang Mahabenar lagi Mahajelas. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada bagi-Nya sekutu yang dapat dimintai pertolongan. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-Nya, pemimpin para rasul, imam orang-orang yang bertakwa. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad, keluarga beliau, para sahabat beliau seluruhnya, dan kepada para tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik hingga Hari Pembalasan.

Amma ba’du.

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah, berpegangteguhlah kepada tali Allah, dan bertawakallah kepada Allah dalam seluruh urusan kalian.

Allah Ta’ala berfirman:

وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Dan hanya kepada Allah hendaklah orang-orang yang beriman bertawakal.” (QS Ibrahim: 11)

Allah Ta’ala berfirman:

وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ

Dan bertawakallah kepada-Nya.” (QS Hud: 123)

Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berpegangteguhlah kepada Allah. Dia adalah Pelindung kalian. Maka Dia sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS al-Hajj: 78)

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Dan tidak ada taufikku melainkan dengan pertolongan Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya aku kembali.” (QS Hud: 88)

Allah Ta’ala berfirman:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” (QS al-Fatihah: 5)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

Apabila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Apabila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Ahmad no 4/286-288)

Maka memohon pertolongan kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya termasuk kewajiban-kewajiban iman yang paling agung dan amal-amal terbaik yang mendekatkan kepada ar-Rahman. Sebab, seluruh urusan tidak akan terwujud dan tidak akan sempurna kecuali dengan pertolongan Allah. Tidak ada penjaga bagi hamba selain bersandar kepada Allah. Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi. Tidak ada perubahan bagi para hamba dari satu keadaan kepada keadaan yang lain kecuali dengan Allah. Tidak ada kemampuan bagi mereka untuk menaati-Nya kecuali dengan taufik Allah. Tidak ada yang melindungi mereka dari keburukan dan kemaksiatan kecuali perlindungan Allah. Demikian pula sebab-sebab rezeki tidak akan terwujud dan sempurna kecuali dengan berusaha mencarinya disertai tawakal kepada Allah.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Dia akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no 345 dan Ibnu Majah no 4164)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan orang yang bertawakal kepada Allah dengan dua sifat dalam mencari rezeki: berusaha dan bersandar kuat kepada Dzat Yang Menetapkan sebab-sebab. Barang siapa kehilangan salah satu dari dua sifat ini atau keduanya, maka ia telah merugi dan gagal. Barang siapa menempuh sebab-sebab yang dibolehkan, bersandar kepada Rabb-nya, bersyukur kepada-Nya ketika memperoleh hal-hal yang dicintai, dan bersabar terhadap ketetapan-Nya ketika tertimpa musibah dan kesulitan, maka sungguh ia telah meraih keberuntungan dan memperoleh seluruh kebaikan.

Orang yang menyadari bahwa dirinya dalam setiap keadaan selalu membutuhkan Rabb-nya, dan mengetahui bahwa dirinya lemah serta sangat memerlukan pelindung-Nya, bagaimana mungkin ia tidak bertawakal kepada-Nya? Bagaimana mungkin ia tidak memohon pertolongan kepada-Nya, kembali kepada-Nya, dan bersandar kepada-Nya? Orang yang meyakini bahwa seluruh urusan berada di tangan Allah, bagaimana mungkin ia tidak meminta kepada-Nya apa yang berada di tangan-Nya? Orang yang mengetahui luasnya kekayaan-Nya dan kemurahan-Nya, bagaimana mungkin ia tidak memohon kepada-Nya dalam seluruh urusannya? Orang yang yakin bahwa Dia lebih penyayang kepada hamba-hamba-Nya daripada seorang ibu kepada anaknya, bagaimana mungkin hatinya tidak tenang terhadap pengaturan-Nya? Orang yang mengetahui bahwa Dia Mahabijaksana dalam seluruh ketetapan-Nya, bagaimana mungkin ia tidak ridha terhadap takdir-Nya?

Wahai hamba yang menghadap kepada kebaikan, engkau tidak akan mencapainya kecuali dengan mengerahkan usaha, memohon pertolongan, dan bersandar kepada Penolong. Wahai orang yang berjuang melawan dirinya dari kemaksiatan dan dosa, sungguh engkau tidak akan dimudahkan untuk meninggalkannya kecuali dengan kekuatan berpegang teguh kepada Dzat Yang Mengetahui perkara-perkara ghaib.

Barang siapa bertawakal kepada-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, dan berpegang teguh kepada-Nya, niscaya Dia akan memperbaiki agama dan dunianya. Betapa banyak orang yang kagum terhadap dirinya sendiri, lalu hatinya terputus dari Rabb-nya sehingga ia merugi di dunia dan akhiratnya. Betapa banyak orang yang lemah dan tidak mampu mengurus kemaslahatannya, namun tawakalnya kepada Rabb-nya menguatkannya sehingga Allah menolongnya. Betapa banyak orang yang kuat yang bersandar kepada kekuatannya sendiri, lalu kekuatannya itu mengkhianatinya pada saat ia paling membutuhkannya. Tidak ada pertolongan, keberuntungan, dan kebahagiaan kecuali dengan beribadah kepada Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya. Itulah hakikat penghambaan dan kenikmatan hidup yang sebenarnya.

Allah Ta’ala berfirman:

رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Wahai Rabb kami, hanya kepada-Mu kami bertawakal, kepada-Mu kami kembali (bertobat), dan kepada-Mu tempat kembali.” (QS al-Mumtahanah: 4)

Allah Ta’ala berfirman:

وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan betapa banyak makhluk bergerak yang tidak mampu membawa rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kalian. Dan Dia Mahamendengar lagi Mahamengetahui.” (QS al-’Ankabut: 60)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ

Baca juga: MEMOHON PERTOLONGAN KEPADA SELAIN ALLAH DALAM PERKARA DI LUAR KEMAMPUANNYA

Baca juga: TAWAKAL KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA

Baca juga: TAWAKAL KEPADA ALLAH DALAM SETIAP URUSAN

Baca juga: KELEMBUTAN ALLAH TERHADAP HAMBA-HAMBA-NYA KETIKA MENGHADAPI HAL-HAL YANG TIDAK DISUKAI

Baca juga: DERAJAT ORANG TUA MENINGKAT KARENA DOA ANAKNYA

(Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

Khotbah