Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan syariat mengandung petunjuk, kesembuhan, dan cahaya. Dia mengantarkan orang yang mencari petunjuk dengan firman-Nya dan sabda Rasul-Nya kepada segala kebaikan dan kebahagiaan. Aku memuji-Nya atas sifat-sifat-Nya yang sempurna dan nama-nama-Nya yang indah. Aku bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya yang batin maupun yang lahir, serta atas limpahan karunia-Nya yang sangat banyak.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam uluhiyah dan rububiyah-Nya, dan tidak ada tandingan bagi-Nya dalam keagungan dan kebesaran-Nya, Yang Mahaesa semata. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, sebaik-baik makhluk-Nya.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada Muhammad, kepada keluarga beliau, dan para sahabat beliau yang menunaikan hak-hak beliau serta membela beliau.
Amma ba’du.
Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya. Berpegang teguhlah kepada bimbingan, petunjuk, dan tuntunan Nabi-Nya. Sungguh, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
“Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah.” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 2664)
Sesungguhnya dua kalimat ini merupakan dua kalimat yang agung. Di dalam keduanya terkumpul kebaikan dunia dan akhirat bagi orang-orang yang memahaminya dan mengamalkannya di antara hamba-hamba Allah.
Adapun semangat, maka yang dimaksud adalah bersungguh-sungguh dalam memperoleh perkara-perkara yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. Hal itu dilakukan dengan bersungguh-sungguh dalam menunaikan penghambaan kepada Allah, yang karenanya Allah menciptakan orang-orang yang dibebani syariat, serta dengan melakukan usaha mencari rezeki yang halal yang membantu terlaksananya penghambaan tersebut. Hal itu tidak akan sempurna kecuali dengan menempuh jalan-jalan dan pintu-pintu yang bermanfaat untuk mencapainya. Semua itu tidak akan terwujud kecuali dengan kuatnya memohon pertolongan kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya, bukan kepada sebab-sebab, tetapi kepada Dzat yang menciptakan sebab-sebab tersebut.
Tidaklah seseorang kehilangan kebaikan kecuali karena meninggalkan salah satu dari perkara-perkara ini: tidak memiliki semangat sehingga dikuasai oleh rasa malas dan lemah, atau memiliki semangat pada perkara-perkara yang tidak bermanfaat, atau tidak memohon pertolongan kepada Dzat Yang memudahkan segala urusan.
Di antara perkara yang paling bermanfaat adalah engkau mempelajari hal-hal yang menyempurnakan agamamu, ibadahmu, dan muamalahmu; engkau menunaikan syariat-syariat yang lahir maupun yang batin dengan bersungguh-sungguh dalam menyempurnakan ibadahmu; engkau menunaikan hak-hak Sang Pencipta dan hak-hak sesama makhluk; serta memohon pertolongan kepada Rabb-mu dalam mencari rezeki yang halal.
Maka beruntunglah orang yang kuat tawakalnya kepada Rabb-nya dalam memohon kemudahan urusan agama dan dunianya. Alangkah berbahagianya ia ketika menyaksikan keberhasilan dan kesuksesan setelah sempurnanya usaha yang telah dilakukannya.
Apabila engkau ingin memilih suatu pekerjaan yang bermanfaat untuk memperbaiki kehidupan duniamu, maka tempuhlah jalan yang dapat mengantarkan kepadanya dengan penuh kelembutan dan kebijaksanaan. Mohonlah pertolongan kepada Rabb-mu. Sesungguhnya apabila engkau benar-benar merealisasikan tawakal kepada-Nya, Dia akan memudahkan urusanmu, melancarkannya, dan mencukupimu. Namun, apabila engkau merasa kagum terhadap dirimu sendiri dan mengandalkan kemampuanmu, niscaya Allah akan membiarkanmu sendiri dan menyerahkanmu kepada kelemahanmu, sehingga kekuatan dan kemampuanmu menjadi lemah.
Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal kepada-Nya, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung. Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang. Akan tetapi, banyak di antara kalian yang kagum terhadap dirinya sendiri, sehingga hal itu menyeretnya kepada kelemahan, kehinaan, dan keterlantaran.
Berpegang teguhlah kepada Allah. Dia-lah Pelindung kalian. Maka Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ
Baca juga: TAWAKAL KEPADA ALLAH DALAM SETIAP URUSAN
Baca juga: PERTOLONGAN MALAIKAT DALAM PERANG BADAR
Baca juga: TAWAKAL KEPADA ALLAH DAN MEMOHON PERTOLONGAN-NYA
Baca juga: MEMOHON PERTOLONGAN KEPADA SELAIN ALLAH DALAM PERKARA DI LUAR KEMAMPUANNYA
Baca juga: KELEMBUTAN ALLAH TERHADAP HAMBA-HAMBA-NYA KETIKA MENGHADAPI HAL-HAL YANG TIDAK DISUKAI
(Syekh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

