Dari Qatadah bin an-Nu‘man, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ عَبْدًا حَمَاهُ الدُّنْيَا كَمَا يَظَلُّ أَحَدُكُمْ يَحْمِي سَقِيمَهُ الْمَاءَ
“Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia melindunginya dari dunia, sebagaimana salah seorang di antara kalian senantiasa melindungi orang sakitnya dari air.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2036, al-Hakim no. 7464, dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam az-Zuhd no. 190. al-Albani menilai hadis ini sahih dalam Shahih at-Tirmidzi no. 2036)
Di antara hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bahwa Dia menguji hamba-Nya yang beriman dan berbuat baik dengan menghalanginya dari sebagian perkara yang dipandang manusia sebagai kebaikan dan keutamaan di dunia. Akan tetapi, ujian tersebut bertujuan untuk memurnikannya dan karena suatu kebaikan yang Allah kehendaki bagi hamba tersebut. Orang yang diuji mungkin tidak melihat atau tidak mengetahui alasan mengapa sesuatu itu dihalangi darinya, dan tidak pula mengetahui pahala dari kesabarannya atas hal tersebut.
Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia melindunginya dari dunia.” Maksudnya, Allah menjaganya dari segala perkara dunia yang dapat membahayakan agamanya. “Sebagaimana salah seorang di antara kalian senantiasa melindungi orang sakitnya dari air.” Maksudnya, sebagaimana yang kalian lakukan ketika mencegah orang sakit meminum air pada sebagian penyakit.
Ini merupakan salah satu bentuk pendidikan dan pengajaran Nabi kepada kaum muslimin serta peneguhan bagi mereka dalam menghadapi berbagai kesulitan dunia. Semua itu terjadi berdasarkan takdir Allah. Oleh karena itu, seorang muslim tidak berkeluh kesah, tetapi memikirkan hikmah Allah, bersabar terhadap ketetapan-Nya, dan meyakini bahwa Allah telah memilihkan kebaikan baginya.
Hadis ini juga menjelaskan bahwa ketika Allah menghalangi suatu nikmat dari sebagian hamba-Nya yang bertakwa, hal itu bukan karena kemurkaan-Nya terhadap mereka, melainkan karena kecintaan-Nya kepada mereka.
Hadis ini juga menunjukkan penggunaan perumpamaan dari kenyataan untuk mendekatkan suatu makna agar lebih mudah dipahami.
Baca juga: CINTA KARENA ALLAH
Baca juga: BISA JADI ENGKAU DIBERI REZEKI KARENA DIA
Baca juga: MENCARI REZEKI DENGAN BERTAWAKAL KEPADA ALLAH
Baca juga: BARANGSIAPA DIBERI TAUFIK, DIA BERUNTUNG DAN MENANG
Baca juga: MENCINTAI ALLAH DENGAN MENGIKUTI SUNAH RASULULLAH
(al-Mausu‘ah al-Haditsiyyah, Mu’assasah ad-Durar as-Saniyyah, Dorar.net)

