Segala puji bagi Allah di dunia dan akhirat. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga beliau, dan semoga keselamatan senantiasa tercurah kepada beliau hingga Hari Kiamat.
Kita masih membahas pembicaraan para penghuni Neraka di dalam Neraka dan pertengkaran mereka satu sama lain —semoga Allah melindungi kami dan kalian dari keburukannya.
6️⃣ Di antara pembicaraan para penghuni Neraka di dalam Neraka adalah bahwa mereka berteriak memohon kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya agar Dia mengeluarkan mereka dari Neraka supaya mereka dapat mengerjakan amal-amal saleh. Namun, bagaimana mungkin hal itu dapat mereka peroleh?
Allah Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَىٰ عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا كَذَٰلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ
“Orang-orang yang kafir, bagi mereka Neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak pula diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Mereka berteriak di dalamnya, ‘Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal saleh, berbeda dengan yang dahulu telah kami kerjakan.’ Bukankah Kami telah memanjangkan umur kalian dalam masa yang cukup bagi orang yang mau mengambil pelajaran untuk mengambil pelajaran, dan telah datang kepada kalian seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah! Tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim.” (QS Fathir: 36–37)
Demikian pula firman Allah Ta’ala:
وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ
“Engkau akan melihat orang-orang zalim ketika mereka melihat azab berkata, ‘Adakah jalan untuk kembali?’” (QS asy-Syura: 44)
Maksudnya, adakah jalan untuk kembali ke dunia.
Demikian pula firman Allah Ta’ala:
وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
“Seandainya engkau melihat ketika mereka dihadapkan ke Neraka, lalu mereka berkata, ‘Aduhai, sekiranya kami dikembalikan ke dunia, kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Rabb kami dan kami akan menjadi orang-orang yang beriman.’ Tetapi sebenarnya telah nyata bagi mereka apa yang dahulu mereka sembunyikan. Seandainya mereka dikembalikan, niscaya mereka akan kembali melakukan apa yang telah dilarang bagi mereka. Sesungguhnya mereka benar-benar para pendusta.” (QS al-An’am: 27–28)
7️⃣ Di antara pembicaraan mereka adalah bahwa ketika mereka melihat para penghuni Surga berada dalam kenikmatan yang kekal, mereka meminta kepada para penghuni Surga agar memberikan kepada mereka air untuk memadamkan rasa haus mereka atau makanan untuk menghilangkan rasa lapar mereka.
Allah Ta’ala berfirman tentang mereka:
وَنَادَىٰ أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ
“Para penghuni Neraka menyeru para penghuni Surga, ‘Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau sebagian dari apa yang telah Allah rezekikan kepada kalian.’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir.’” (QS al-A’raf: 50)
8️⃣ Di antara pembicaraan para penghuni Neraka di dalam Neraka adalah bahwa mereka menginginkan agar azab diringankan dari mereka meskipun hanya satu hari.
Allah Ta’ala berfirman:
وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ قَالُوا أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا بَلَىٰ قَالُوا فَادْعُوا وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ
“Orang-orang yang berada di dalam Neraka berkata kepada para penjaga Jahanam, ‘Mohonkanlah kepada Rabb kalian agar Dia meringankan azab dari kami barang sehari.’ Para penjaga Jahanam berkata, ‘Bukankah para rasul kalian telah datang kepada kalian dengan membawa bukti-bukti yang nyata?’ Mereka menjawab, ‘Benar.’ Para penjaga itu berkata, ‘Kalau begitu, berdoalah kalian.’ Namun, doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.” (QS Ghafir: 49–50)
9️⃣ Di antara pembicaraan mereka adalah bahwa karena begitu beratnya azab dan siksaan yang menimpa mereka, mereka menginginkan agar Allah mengakhiri hidup mereka sehingga mereka mati. Mereka pun memanggil Malik, penjaga Neraka, agar berbicara kepada Rabb-nya supaya Dia mematikan mereka dan membebaskan mereka dari azab yang sedang mereka alami. Namun, Malik menjawab mereka dengan perkataannya, “Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal di sini.”
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَالِدُونَ لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا هُمُ الظَّالِمِينَ وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab Neraka Jahanam. Azab itu tidak diringankan dari mereka dan mereka berputus asa di dalamnya. Kami tidak menzalimi mereka, tetapi mereka adalah orang-orang yang zalim. Mereka berseru, ‘Wahai Malik, biarlah Rabb-mu mematikan kami saja.’ Dia menjawab, ‘Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal di sini.’” (QS az-Zukhruf: 74–77)
1️⃣0️⃣ Pada akhirnya, mereka berdoa kepada Rabb mereka agar menyelamatkan dan mengeluarkan mereka dari Neraka. Lalu Rabb mereka menghardik mereka dengan firman-Nya, “Tinggallah kalian dengan hina di dalamnya dan jangan berbicara kepada-Ku.”
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ أَلَمْ تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ قَالُوا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَالِّينَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ
“Barang siapa ringan timbangan amalnya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri. Mereka kekal di dalam Jahanam. Api Neraka membakar wajah mereka dan mereka di dalamnya bermuka cacat. ‘Bukankah ayat-ayat-Ku dahulu dibacakan kepada kalian, tetapi kalian selalu mendustakannya?’ Mereka berkata, ‘Wahai Rabb kami, kesengsaraan kami telah menguasai kami dan kami adalah kaum yang sesat. Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami darinya. Jika kami kembali lagi, sesungguhnya kami benar-benar orang-orang zalim.’ Dia berfirman, ‘Tinggallah kalian dengan hina di dalamnya dan jangan berbicara kepada-Ku.’” (QS al-Mu’minun: 103–108)
Setelah itu, tidak terdengar lagi dari mereka kecuali suara embusan dan tarikan napas, dalam keadaan kekal di dalamnya selama-lamanya.
Kita berlindung kepada Allah dari Neraka dan dari keadaan para penghuni Neraka.
Ya Allah, wahai Yang Mahaperkasa, wahai Yang Mahapengampun, wahai Yang Mahapenyayang, janganlah Engkau bakar tubuh kami dengan api Neraka. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampunan dan keselamatan kepada-Mu. Ya Allah, ampunilah kami, rahmatilah kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkau Mahapenerima Taubat lagi Mahapenyayang.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabat beliau.
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
Baca sebelumnya: PEMBICARAAN PARA PENGHUNI NERAKA (1)
Baca juga: ADAB BERBICARA (5)
Baca juga: SIFAT PENGHUNI SURGA
Baca juga: ANCAMAN MENGGUNAKAN HARTA TANPA HAK
Baca juga: PEMBICARAAN PARA PENGHUNI SURGA DAN FIRMAN RABB MEREKA KEPADA MEREKA
(Fuad bin Abdul Aziz asy-Syalhub)

