MENUJU MADINAH

MENUJU MADINAH

Ketika utusan Quraisy menghentikan pencarian, penunjuk jalan yang bernama Abu Urqud datang tiga malam setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakr sembunyi di gua. Ia membawa dua tunggangan. Saat itu Amir bin Fuhairah juga telah berada bersama mereka. Maka mereka berempat berangkat menuju Madinah dengan menyusuri jalan pantai.

Setelah menggunakan segala cara untuk menyelamatkan diri dari musuh-musuhnya, Rasulullah pun merasa tenang. Lisannya senantiasa basah berzikir kepada Allah Ta’ala, sementara Abu Bakr sering menolehkan kepalanya karena khawatir akan keselamatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika waktu istirahat pada hari itu tiba dan jalanan telah kosong, Allah mengangkat sebuah batu karang yang panjang. Bayangannya melindungi mereka dari terik matahari. Mereka beristirahat di bawahnya.

Abu Bakr membersihkan tempat tersebut dengan tangannya, kemudian membentangkan alas dari bulu binatang di atasnya. Ia meminta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur di atas alas. Setelah itu ia keluar untuk mengawasi tempat tersebut.

Seorang penggembala muncul dengan kambingnya untuk berteduh di bawah batu karang tersebut. Abu Bakr menanyai pengembala itu maksud kedatangannya. Ia pun mengetahui bahwa pengembala itu berasal dari Makkah. Penggembala itu setuju untuk memerah susu kambing. Abu Bakr memintanya agar puting susu kambing dibersihkan terlebih dahulu sebelum diperah.

Abu Bakr tidak ingin membangunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk minum susu. Ia menunggu hingga beliau bangun. Setelah bangun, beliau meminum susu. Abu Bakr merasa puas. Kemudian beliau memerintahkan untuk melanjutkan perjalanan.

Dalam perjalanan itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maminta Abu Bakr untuk mengendarai unta yang sama dengannya. Jika seseorang bertanya kepada Abu Bakr tentang Rasul, ia akan berkata, “Orang ini penunjuk jalanku.” Si penanya akan mengira bahwa yang ia maksud adalah jalan yang akan mereka lalui, sementara yang Abu Bakr maksud adalah jalan kebaikan.

Baca sebelumnya: DI DALAM GUA

Baca sesudahnya: DIBUNTUTI SURAQAH

(Prof Dr Mahdi Rizqullah Ahmad)

Kisah